Optimalkan Tumbuh Kembang si Kecil dengan Memberikan Asupan Nutrisi Terbaik

Indonesia termasuk negara dengan prevalensi stunting tertinggi ketiga di South-East Asian Region setelah Timor Leste dan India. 

Asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan merupakan hal penting yang harus kita perhatikan sebagai ibu. Asupan gizi ini perlu dijaga semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Karena dengan kurangnya asupan protein maka si kecil bisa mengalami stunting. 

Dalam artikelnya, alodokter menuliskan bahwa stunting adalah kondisi dimana anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Standar yang dipakai sebagai acuan adalah kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Sebagai ibu aku selalu memantau tinggi dan berat badan kedua anakku secara berkala. Puji Tuhannya mereka berdua tumbuh jadi anak yang tumbuh dengan baik dan berada bar hijau dan dapat dikatakan normal. Ya, walau masih ada yang perlu diperbaiki sih dari tumbuh kembang si dede Athena. 

Aku pun tambah semangat karena berkesempatan untuk mengikuti webinar sekaligus peluncuran Pediasure dengan formula barunya. Ada banyak ilmu dan saran dari pakarnya yang dapat aku bagikan sekarang agar si kecil bisa mendapatkan nutrisi terbaik sehingga ia bisa tumbuh dab berkembang secara optimal. 


Tinggi Badan Dipengaruhi Genetika 

Melihat tumbuh dan kembang si kecil tentu menjadi kebahagiaan kita sebagai orangtua, apalagi melihat si kecil bertambah tinggi. Terkadang timbul kekhawatiranku sebagai orangtua yang memiliki faktor gen dengan postur tubuh yang kurang tinggi apakah akan menurun si kaka atau ade.  

Ternyata siang itu, pernyataan dari dr. Cut Nurul Hafifah, SpA (K) yang menjadi narasumber di webinar PediaSure kita bisa mengoptimalkan pertumbuhan berat dan tinggi anak sebelum usia si anak dua tahun. Hari itu dr. Cut memaparkan fakta menarik. Tinggi badan rata-rata perempuan Korea Selatan pada tahun 1914 adalah 142,2 cm tapi nyatanya 100 tahun kemudian, tepatnya di 2014, rata-rata tingginya menjadi 162,3 cm.  

Dengan mengoptimalkan asupan nutrisi si kecil pada 1000 hari pertamanya, kita dapat membantu si kecil untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.  Jadi masih aman nei bisa bantu Petra dan Athena tumbuh lebih tinggi dari aku dan papanya. 1000 hari pertama bagi anak merupakan periode rentan karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Makanya, kita perlu memperhatikan asupan gizi yang diberikan ke si kecil. 

Selain faktor genetika masih ada hormon pertumbuhan, hormin tiroid, dan kesehatan yang baik dan bahagia menjadi faktor untuk membuat si kecil tumbuh tinggi secara optimal. 


Stunting 

Definisi stunting menurut Kementerian Kesehatan adalah balita dengan nilai z score kurang dari -2SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari – 3SD (severely stunted). Untuk memastikannya, kita perlu cek di kurva pertumbuhan anak yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Kita perlu mengukur tinggi dan berat anak secara berkala baik secara pribadi di rumah atau juga memeriksanya di Puskesmas secara rutin. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gagal tumbuh dan dianjurkan untuk dilakukan setiap bulan bagi anak berusia di bawah 1 tahun, dan setiap 3 bulan bagi anak berusia 1-2 tahun. Stunting diawali dengan growth faltering yang terlihat saat si anak di usia 3 bulan sampai 24 bulan.  

Sayangnya di masa pandemi seperti sekarang ini, angka stunting cenderung meningkat. PBB memperkirakan hampir tujuh juta anak di dunia terancam stunting akibat pandemi.  


Asupan Gizi yang Terbaik 

Kita tentu tidak menginginkan si kecil mengalami stunting, kan? Oleh karena itu kita perlu memperhatikan asupan gizi yang terbaik untuk si kecil. Mulai di masa kehamilan hingga di masa si anak MPASI. 1000 hari pertama merupakan periode yang penting untuk si kecil.  

Di saat si kecil MPASI, kita harus memperhatikan kebitihan karbohidrat, lemak dan protein yang diperlukan si kecil. Kita bisa memberikan makanan fortifikasi atau suplemen jika diperlukan. 


Pediasure Formula Baru 

Salah satu yang dapat membantu si kecil tumbuh dan kembang secara optimal adalah memberikan susu yang terbaik untuk si kecil. Susu yang memiliki nutrisi yang bantu untuk mencukupi nutrisi si kecil.  

Perusahaan Abbot paham akan pentingnya memberikan nutrisi yang terbaik untuk si kecil. Pediasure hadir dan berkiprah selama 25 tahun. Specialnya di 25 tahun kehadirannya, Pediasure terus mengembangkan diri dengan menghadirkan Pediasure formula baru. Pediasure menambahkan arginine dan vitamin K2 yang secara klinis terbukti mendukung pertumbuhan si kecil. 

Medical Director for Abbott Nutrition Business in Pacific Asia, Dr. Jose Dimaano Jr. dalam webinar hari ini menjelaskan arginine memiliki peran penting dalam menstimulasi pelepasan hormon pertumbuhan dan memicu multiplikasi sel pada lempeng pertumbuhan tulang untuk membantu tulang tumbuh lebih panjang. Sedangkan vitamin K2 memfasilitasi pembentukkan tulang dengan cara mengaktifkan osteocalcalin yang merupakan vitamin yang mengikat kalsium dan membawanya ke tulang dan akhirnya memicu pertumbuhan tulang yang kuat. 

Selain kedua kandungan tersebut, PediaSure formula baru juga diperkaya triple protein complex, tinggi kalsium dan 14 Vitamin dan 9 mineral, serta AA dan DHA. Dengan 3 pilihan rasa yaitu cokelat, vanila, dan madu menjadi varian rasa PediaSure yang bisa jadi favorit si kecil. 

Hari ini banyak ilmu dan sharing terbaik yang bisa membantuku untuk mengoptimalkan pertumbuhan Petra dan Athena. Selain dr. Cut, Dr. Jose Dimaano Jr. juga hadir Sherina sebagai brand ambasador Pediasure yang berbagi cerita pengalaman nostalgianya minum Pediasure. Hadir juga Duma Riris yang berbagi pengalamannya menjaga pertumbuhan dan perkembangkan kedua anaknya agar bisa tumbuh tinggi secara optimal.  

Sekarang jadi lebih paham deh pentingnya mengetahui stunting dan pencegahannya. Semoga anak-anak kita tumbuh dan berkembang secara optimal. Tetap semangat! 


 


 

Komentar