Menjaga Imunitas Keluarga

Setahun berlalu dan angka kasus positif virus corona secara global semakin naik dari hari ke hari. Dikutip dari data situs covid19.go.id, sampai hari ini, Sabtu, 27 Maret, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 1,4 juta kasus dengan total pasien sembuh 1,3 juta. 

 

Secara statistik memang beberapa daerah mulai menunjukkan penurunan penderita yang terkonfirmasi positif covid. Kabar gembiranya lagi bahwa Indonesia kini mempunyai vaksin meskipun memang belum menjangkau semua lapisan masyarakat. Bisa jadi butuh waktu berbulan-bulan bahkan lebih untuk mendistribusikan vaksin ini agar dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

 

Betul memang vaksin bukanlah obat. Vaksin ini hanya mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.  Oleh karena itu, selama vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan, kita perlu mengupayakan perlindungan yang bisa kita lakukan seperti disiplin 3M: memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

 

Namun demikian kita juga harus mempersiapkan sistem daya tahan tubuh yang kuat untuk menghadapi pandemi ini. Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Imunitas Tubuh

Imunitas tubuh itu ibarat “benteng pertahanan” yang perlu tetap kuat dan terjaga, jika ingin terhindar dari ancaman penyakit. Kita perlu tetap menjaganya untuk tetap kuat dan siap untuk menjaga tubuh kita. Apalagi sekarang kita sudah harus beradaptasi melakukan aktivitas seperti biasa.

 

Selain menerapkan protokol pencegahan, penting juga untuk meningkatkan imunitas tubuh, agar tidak mudah terserang penyakit. Terutama kita dalam keluarga, suami kita yang sudah harus mulai kembali bekerja. Jujur sebagai ibu dalam keluarga tentu ada perasaan khawatir takut si ayah mungkin akan tertular covid-19. 

 

Walau mungkin dalam keluarga kami telah menerapkan 5M, kami tetap harus meningkatkan daya tahan tubuh kita. Misalnya, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, istirahat yang cukup, hingga mengonsumsi suplemen tambahan yang bisa meningkatkan imunitas tubuh, seperti vitamin C.

Ibu Sigap Jaga Keluarga

Kita juga perlu tahu menambah pengetahuan kita tentang covid 19 ini agar tetap update mengenai pandemi covid 19. 

 

Seperti yang saya lakukan dengan mengikuti webinar yang diadakan oleh Imugard bersama member Momblogger Community pada hari Senin, 22 Maret 2021. Tema kali ini adalah "Ibu Sigap Jaga Imunitas Tubuh”, yang mengundang dr. Inggrid Tania, M.SI (Herbal) Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembangan Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPODJI) bersama Brand Manager Imugard Apt. Agie Avionico Gaudart, S. Farm.



Dalam paparannya, dr. Inggrid Tania, M.SI menjelaskan bahwa pentingnya mencegah dan tetap memelihara imunitas tubuh kita pada saat pandemi Covid 19 ini. Sistem imun atau kekebalan tubuh merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya dari luar tubuh maupun dalam tubuh sendiri. Jadi semakin banyak virus yang masuk ke dalam tubuh semakin rentan imun imunitas tubuh kita. 

 

Beliau mengingatkan bahwa kita perlu memperhatikan sekeliling kita karena banyak patogen, bakteri, virus, jamur dan parasit di lingkungan hidup kita yang bisa masuk ke dalam tubuh kita. Mereka kemudian dapat menimbulkan penyakit. Oleh karenanya kita perlu mempersiapkan sistem imun kita yang bertugas untuk memerangi benda-benda tersebut. Jika tidak bisa diperangi maka benda-benda itu bisa mengakibatkan kerusakan jaringan bahkan kematian.

 

Tubuh akan merespon jika ada patogen atau benda asing ke dalam jaringan tubuh kita. Seperti saat kita batuk dan bersin yang merupakan salah satu mekanisme mengeluarkan virus yang dalam tubuh kita. Dijelaskan juga bahwa ternyata ada 2 jenis gangguan sistem imun, yaitu : sistem imun tidak adekuat, contohnya infeksi dan keganasan serta sistem imun berlebih, contohnya autoimun dan hipersensitif (alergi). Manusia juga memiliki 2 sistem imun, yaitu non spesifik (alamiah) dan spesifik yang didapat. 

 

Dokter Inggrid juga menerangkan tentang imunomodulator yakni zat atau substansi yang dapat memodifikasi respon imun, mengaktifkan mekanisme pertahanan alamiah maupun adaptif dan mengembalikan keseimbangan sistem imun yang tergangu.

 

Imun ini bisa distimulus (imunostimulan) untuk meningkatkan respon imun terhadap penyakit atau infeksi. Caranya dengan mengonsumsi vitamin yang terbuat dari bahan-bahan herbal.

 

Di Indonesia, bahan herbal ini sangat banyak. 

Beberapa yang sangat berkhasiat untuk imunomodulator seperti meniran, jinten hitam, kunyit, sambiloto, bawang putih, kelor, jahe, pegagan, temu lawak serta banyak lagi. Kita coba bahas manfaatnya satu per satu.

1.     Meniran berkhasiat meningkatkan regulasi respon imun dan menghambat peradangan, dan mempercepat penyembuhan infeksi virus cacar air. 

2.     Kunyit berkhasiat sebagai imunostimulan, anti radang, memelihara dan memperbaiki sistem pencernaan, dan aman untuk pemakaian jangka panjang.

3.     Daun kelor berfungsi sebagai imunostimulan dan sumber nutrisi karena mengandung zat besi, kalsium, fosfor, kalium, zink, protein, vitamin A, B, C, D, K, asam folat dan biotin.

4.     Enhinacea berkhasiat sebagai imunostimulan, mempercepat penyembuhan selesma, dan infeksi saluran pernafasan atas.

Dokter Inggris menegaskan, kombinasi imunomodulator herbal dari meniran, kunyit, dan daun kelor memiliki sifat bersinergi sebagai anti-peradangan, memperbaiki sistem pencernaan, serta melengkapi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

 

Brand Manager Imugard, Apt. Agie Avionico Gaudart, S. Farm, sinergi ketiga kombinasi imunomodulator herbal tersebut (meniran, kunyit, dan daun kelor) telah diformulasikan menjadi kapsul, tablet, dan kablet herbal bernama Imugard yang diproduksi PT Deltomed Laboratories. 

 

Imugard bisa dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Imugard sudah mengandung 3 bahan herbal yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Bahan herbal yang terkandung dalam Imugard adalah:

1.     Meniran, membantu memelihara daya tahan tubuh

2.     Daun kelor, untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh

3.     Kunyit, membantu memperbaiki saluran pencernaan dan membantu daya tahan tubuh

Dengan kombinasi 3 bahan herbal tersebut, Imugard aman untuk dikonsumsi setiap hari. Kita bisa mengkonsumsi 1 kaplet setiap hari untuk memelihara daya tahan tubuh, sedangkan saat kondisi badan sedang turun bisa mengonsumsi 2 kaplet sehari. Perlu diperhatikan bahwa Imugrad ini hanya bisa dikonsumsi oleh anak usia di atas 12 tahun, dewasa, hingga lansia.

Menjaga Imunitas Keluarga

Banyak hal dan pengetahuan baru yang saya data dalam webinar hari itu. Bagaimana peran penting kita sebagai ibu untuk tetap siap menjaga keluarga kita. Semua berawal dari keluarga, bagaimana kita tetap saling mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan 5M. Keluarga yang sehat merupakan keluarga yang saling menjaga. 

Semoga pandemi Covid 19 di Indonesia segera menghilang agar kita bisa beraktivitas seperti sedia kala. Rindu rasanya mengajak si kecil pergi ke luar rumah untuk bermain dengan teman sebayanya. 

Selalu jaga kesehatan dan disiplin 5M!

Tuhan memberkati.

With love,

Mama Petra dan Athena

 

 

 

 

Komentar