Kenali Cacingan Sedari Dini

Ada kebiasaan baru yang hadir semenjak sebuah virus corona hadir di dunia bahkan sampai di Indonesia. 

Semenjak itu, aku bersama keluarga kecilku semakin menjaga kebersihan. Kami menjadi semakin menjaga. Banyak kebiasaan baik baru yang muncul di keluarga kecil kami. 

Satu hal penting lainnya yang perlu menjadi perhatian adalah masalah penyakit cacingan. Bukan berarti karena virus corona kita mengabaikan penyakit lainnya seperti penyakit cacingan pada anak. Penyakit cacingan yang terkadang diderita oleh anak-anak masih sering diabaikan para orangtua. Padahal penyakit ini dapat menyebabkan hal buruk jika tidak segera ditangani dengan baik.

Cacingan disebabkan oleh parasit cacing. Hal ini biasa dialami anak berusia 5 sampai 10 tahun. Biasanya  terjadi karena kontaminasi melalui mulut setelah memegang sesuatu yang kotor. Apalagi anak-anak seumur Petra yang aktif dan suka bermain. 

Umumnya anak-anak suka bermain dan sulit memilih mana yang boleh dan tidak. Jujur sebagai mama, aku terkadang khawatir kalau Petra suka main yang kotor-kotor misalnya saja suka tuh kobok-kobok kolam ikan di rumah. Petra juga suka tuh jalan-jalan sore sambil mengamati semut di depan rumah abis itu tangannya iseng deh masuk ke lubang semut. 

Hal in mungkin wajar terjadi di usia Petra. Rasa ingin tahunnya membuat kita para moms harus lebih ektra memperhatikannya. Aku tuh suka khawatir aja kalau Petra suka lupa cuci tangan dan tanpa sengaja masukan tangannya ke dalam mulut. Bisa jadi telur cacing akan masuk melalui mulut kemudian melewati saluran pencernaan dan menetas di usus kecil. 

Ga kepengen donk di usus kecil anak kita si anak cacing itu  bergerak ke usus besar dan menjadi parasit di sana. Cacing yang berada di dalam tubuh si kecil membuat tubuh anak kesakitan.

Makanya kita perlu berusaha untuk mencegah penyakit cacingan. Mencegah penyakit cacingan sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah loh. 

Misalnya saja dengan cara: 

1. Membiasakan si kecil cuci tangan. Kebiasaan baik ini penting dilakukan sedari dini supaya si kecil terbiasa. Petra paling suka diajak cuci tangan karena memang dia senang main air. Tapi aku juga memberi pengertian bahwa saat bermain atau keluar tangan kita pasti kotor jadi harus cuci tangan dulu supaya kuman tidak masuk ke mulut kita.

2. Membiasakan si kecil makan makanan rumah yang dimasak dengan matang dan dengan gizi yang cukup. Kita harus memastikan bahwa masakan yan diberikan ke si kecil sudah matang. Masakan matang tentu bebas dari telur cacing atau bakteri jahat yang mungkin bisa mengganggu pencernaan si kecil. 

3. Membiasakan si kecil menggunakan alas kaki saat bermain supaya telur cacing tidak langsung masuk ke kuku kaki si kecil.

4. Memberikan obat cacing ke anak secara rutin 6 bulan sekali.

Setelah tau caranya pastikan kita tetap menjaga kebersihan rumah dan tempat bermain anak ya moms. 

Nah, aku juga mau ajak moms ikutan keseruan aku mengajarkan Petra menjadi pahlawan pembasmi cacing. Aku sama Petra, Athena dan papanya lagi suka main Konvermex #AyoSalingJaga Filter Challenge. Caranya mudah banget dengan masuk ke instagram @panduanbunda dan coba filternya disana. Bunda tinggal ajak anak-anak untuk mengedipkan mata untuk menggerakkan Konvermex untuk membasmi cacing. 

Melalui bermain aku bisa ajak Petra untuk kenalan bahwa cacing itu harus dibagi kalau masuk ke dalam tubuh kita. Cacing tidak baik untuk tubuh kita. 

Bunda bisa mainkan Konvermex #AyoSalingJaga Filter Challenge ini lebih daei 1x loh untuk dapat score tertinggi karena bakalan ada kesempatan memenangkan total hadiah e-wallet voucher jutaan rupiah. Untuk detailnya, Bunda bisa cek highlight instagram story #AyoSalingJaga atau klik link bio instagram @panduanbunda.

Bunda juga bisa loh cek produk andalan Konvermex dan produk andalan keluarga lainnya di website Panduan Bunda. Temukan juga banyak tips parenting menarik lainnya di websitenya. 

Follow juga semua sosial media Panduan Bunda untuk dapat informasi update mengenai si kecil. #PanduanBunda








Komentar

  1. Seru juga permainannya kak, Activity ini bisa diikuti anak usia berapa mbak? Mumpung kemarin habis minum konvermex juga nih

    BalasHapus

Posting Komentar