Gerakan 3M? Mempermudah atau Mempersulit

Update terakir di hari Minggu, 4 Oktober 2020 menurut situs resmi satgas penanganan covid terkini jumlah penduduk Indonesia yang dinyatakan positif mencapai 303.498 orang dan penduduk yang dinyatakan sembuh ada 228.453 orang, sedangkan sebanyak 11.151 dinyatakan meninggal.

Seperti yang dinyatakan WHO dalam situs resminya bahwa Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Covid-19 bukan hanya dapat menularkan kita pribadi tetapi juga dapat menularkan orang-orang yang kita sayangi.

Gejala klinis yang paling umum terjadi saat kita tertular virus covid-19 adalah demam >37.30C, batuk, pilek, gangguan pernafasan seperti sesak, sakit tenggorokan, letih dan lesu. Bahkan gejala lain yang timbul seperti pengalaman teman saya yang positif covid-19 adalah mereka kehilangan indera penciuman dan perasa mereka. Mereka tidak dapat mencium wewangian dan juga tidak bisa merasakan rasa makanan yang mereka makan. Virus covid-19 sangat berbahaya bahkan berkemungkinan untuk bermutasi setiap harinya. 

Oleh karenanya, kita yang masih sehat ini sangat perlu untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Kita juga perlu tahu bagaimana cara penularan virus covid-19 seperti yang bisa dilihat dalam gambar di bawah ini. 

Pada hari Rabu, 30 September 2020 diadakan Seminar Online Bareng Blogger yang berjudul “Yuuuk Disiplin… Covid-19 Ambyar” yang menghadirkan narasumber dr. Riskiyana S. Putra, M,k (Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat), Dr. Rose Mini Agoes Salim (Psikolog) dan Wardah Fajiri selaku mentor komunitas Bloggercrony.

Siang itu disampaikan bagaimana cara kita untuk menerapkan gerakan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan memakai sabun. 


Semenjak adanya kasus Covid-19 di masuk di Indonesia, Bapak Presiden Jokowi menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19 tentang bagaimana menerapkan protokol kesehatan hingga membangun sektor ekonomi secara bertahap.

Perlu adanya perubahan perilaku masyarakat melalui komunikasi publik yang sistematis dan komprehensif untuk “memutus mata rantai Covid-19” dan memastikan masyarakat dapat mengikuti adaptasi kebiasaan baru dengan tetap sehat dan produktif.

Dalam seminar tersebut Ibu Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi. yang akrab dipanggil Bunda Romi menyampaikan bahwa ada beberapa cara untuk meningkatkan kesadaran diri dalam adaptasi kebiasaan baru, yaitu dengan memperkuat moral virtue, mengenali manfaat 3 M (Menggunakan masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan dengan sabun), menerapkan kebiasaan yang konsisten, dan memulainya dari diri sendiri, lalu membawa pengaruh tersebut ke lingkungan agar menjadi contoh untuk sekitar.

Selain pemerintah, para influencer dan blogger juga punya peran penting. Sebagai contoh, Wardah Fajri, Founder dan Mentor Komunitas BloggerCrony, menjelaskan bahwa, “BloggerCrony sebagai salah satu komunitas pun menjadi fasilitator blogger anggota komunitas untuk menyebarkan pesan positif pro kesehatan gerakan nasional #SelaluPakaiMasker di media sosial.” 

Kita pun sebagai salah satu dari jutaan penduduk di Indonesia juga dapat berkontribusi dengan baik dengan menerapkan 3M dalam kehidupan kita.

Mempermudah atau Mempersulit?

Jawabannya ada  pada diri kita bagaimana kita saling menjaga satu sama lain. Seperti dikatakan oleh Bunda Romi bahwa kebisaan baru akan lebih efektif dilakukan jika kita tahu apa sih manfaat memakai masker, mengapa kita harus mencuci tangan dan juga harus menjaga jarak saat berkerumunan. Kita menjadi menghargai aktivitas dan pilihan kita ketika kita tahu apa menfaatnya. Inilah yang harus kita bagikan kepada orang sekitar dimulai dari kita sendiri.

Saya memulainya dari keluarga saya. Kami membuat tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun cuci tangan dan air mengalir di depan rumah. Awalnya mungkin jadi kebiasaan yang cukup aneh dilakukan oleh orang yang masuk ke rumah kami. Tetapi karena kami melakukannya setiap saat, hal ini juga menular kepada anak saya yang selalu mencuci tangannya setelah kami keluar rumah bahkan ia yang suka mengingatkan saya juga jika saya lupa melakukannya. 

Ya, mulailah dari diri kita. Kita mampu menentukan prioritas mana yang harus kita lakukan saat kita berada di tempat umum. Kita harus menghargai bagaimana protokol kesehatan yang tempat tersebut terapkan seperti saat di pasar swalayan. Mungkin beberapa yang tidak peduli akan secara tidak sadar mengantre berdekatan karena mereka tidak menyadari bahwa menjaga jarak penting. Tetepi ya kita bisa menjadi contoh untuk orang sekitar dengan berdiri pada batas antre yang telah ditetapkan di tempat tersebut. 

Memulai dari diri sendiri.
Mudah atau susah bukan lagi pilihan karena kita tahu manfaatnya.
Kita tahu harus dimulai dari diri kita.
Kita bisa dan kita mampu menerapkannya.

Yang lain?
Mereka hanya perlu waktu.
Saatnya memulai kebiasaan baru yang menyenangkan.
Menyenangkan karena kita tahu kita akan tenang saat menjalankannya. 

Terakhir aku akan berbagi bagaimana cara tepat mencuci kain 


Sekian,
Mama Petra

#YukDisiplinCovid19Ambyar
#SeminarBarengBloggerDitPromkes

FB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Twitter @dit.promkes
Youtube Direktorat Promkes dan PM




Komentar