Mendidik Anak Lelakiku

Sepertinya orang tua baru lainnya di luar sana, ada muncul keresahan dalam diri saya dalam mendidik dan membesarkan anak.
Puji Tuhan, saya dianugerahkan seorang anak laki-laki sebagai anak pertama saya. Namanya Petra, seorang anak yang diharapkan seperti namanya Petra (Petrus) seorang pemimpin yang mampu memimpin dirinya dan juga (mungkin) orang banyak. 

Bagi saya dianugerahkan seorang anak laki-laki itu adalah rezeki sekaligus menjadi tanggung jawab saya sebagai orangtua. Walau terkadang masih suka resah apakah saya sanggup untuk menjadi orangtua yang baik atau apakah saya mampu membesarkan dirinya sebagai anak yang saya harapan.. Anak laki-laki yang mampu memimpin dirinya sendiri.

Sejak kecil dalam keluarga, gambaran anak laki-laki yang diharapkan dalam keluarga saya (masih) menjadi acuan saya bagaimana seharusnya membesarkan anak laki-laki saya. Di keluarga saya, mama saya selalu mengajarkan bahwa anak laki-laki itu akan tumbuh dan besar jadi kepala keluarga. Mereka harus menjadi pemimpin dalam keluarganya. Mereka akan tumbuh dan terus belajar untuk jadi orang yang bertanggung jawab atas keluarganya. Jadi sebenarnya tidak mengherankan jika sekarang adik laki-laki di keluarga saya kini menjadi bapak kepala rumah tangga yang tumbuh menjadi orang yang bertanggung jawab.

Secara sosial pun laki-laki itu punya tanggung jawab besar dalam keluarganya, misalnya menafkahi keluarganya. Dan dalam Kitab Suci pun tertulis sebagaimana gambaran Allah menciptakan Adam yang akhirnya harus bekerja keras untuk keluarganya.

Saya mau berbagi beberapa cara untuk mendidik Petra agar tumbuh sebagai anak laki-laki dan mungkin bisa membantu kita untuk membesarkan anak laki-laki kita  :
1. Beri kesempatan untuk mereka memimpin
Tanpa sadar terkadang kita sebagai orang tua suka lupa memberikan kesempatan ke anak untuk mencoba menjadi pemimpin.. Kita bisa loh memberikan kesempatan untuk anak memimpin berdoa misalnya..
2.  Tunjukan rasa sayang padanya.
Hal ini penting menurutku karena anak laki-laki yang dididik dengan penuh rasa sayang memahami kasih sayang dari orang lain dan dengan baiknya mereka tumbuh menjadi anak yang mau berbagi dan saling menyayangi..
3. Ajarkan mereka untuk memiliki hubungan dengan ayahnya 
Dr. Ir. Jarot Wijanarko, M.Pd menyampaikan bahwa penting adanya hubungan antara anak dengan ayahnya. Misalnya dengan memperkenalkan anak dengan hobi, usaha atau kebiasaan baik ayahnya. Menurut beliau hal ini penting karena hubungan tersebut dapat membantu anak laki-laki yang saat dewasa kebingungan mencari jati dirinya. 
4. Jadilah model untuk anak.
Hal ini penting loh, karena anak adalah tipe peniru ulung yang mampu meniru hal baik/buruk yang ada di sekitarnya. Saya percaya loh kalau peran ayah sangat berperan.. Saya berkata demikian karena coba deh kalian baca/nonton film biografi tentang orang besar seperti Bapak BJ Habibie yang terinspirasi dari sosok ayahnya yang hebat..

Mengapa sih saya memilih berbagi cerita demikian? Karena saya masih suka melihat kebanyakan laki-laki yang terkadang kasar dengan wanita, atau laki-laki yang tidak bertanggung jawab dengan keluarganya. Banyak juga loh laki-laki dewasa yang masih belum bisa bertanggung jawab atau memutuskan sesuatu sampai harus bertanya dulu ke orang tuanya padahal mereka sudah menikah. Sedangkan kita kan tahu bagaimana seharusnya gambaran laki-laki.

Tulisan ini bukan untuk menghakimi orang lain. Saya hanya berharap melalui tulisan ini, saya bisa berbagi pengalamanku sebagai mama yang memiliki anak laki-laki. Dan semoga kita sebagai orang tua diberikan kekuatan untuk mendidik anak laki-laki kota menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab serta jujur dalam keluarganya.

Mendidik itu perlu konsistensi dan waktu yang panjang dalam pelaksanaannya.
Saya percaya, orangtua yang hebat akan menghasilkan anak yang hebat pula..

Salam,
Mama Petra

Komentar