Senjaku di Rumah Wijawa bersama Ganara Art

 Sore itu masih di Jakarta, tapi kali ini aku mempunyai pengalaman yang berbeda. Kali ini aku mampir ke daerah Jakarta Selatan. Yup, kali ini aku bersama teman-teman mom influencer akan mengikuti acara relaunching Rumah Wijaya x Ganara Art di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.  

Rumah Wijaya diberi nama demikian karena selain memang letaknya di Jalan Wijaya, juga karena terinspirasi dari nama tanaman eksotis, Wijaya Kusuma. Rumah Wijaya menghadirkan dirinya sebagai rumah kreatif untuk kecantikan, seni, dan kesehatan.  

Rumah Wiya bekerja sama dengan Ganara Art untuk memupuk kreativitas dan kepemimpinan dengan empati dan pemberdayaan perempuan melalui seni sebagai mediumnya. Rumah ini dirancang juga sebagai rumah bagi para professional, pengusaha dan komunitas kreatif.  

Rumah Wijaya memfasilitasi tempat yang aman bagi pengembangan pribadi dan profesional yang selanjutnya menciptakan lingkungan yang kohesif, positif, lingkungan yang berdampak dan sejahtera. 

Kesan pertama sampai di Rumah Wijaya seperti sampai di ‘rumah’. Kesan nyaman, tenang dan adem hadir saat aku tiba di sana. Rumah Wijaya terletak di Jalan Wijaya V no. 6. Rumah tersebut yang memiliki 2 lantai, didominasi cat warna putih dan dikelilingi pohon rindang.  

Aku kagum dengan desain interior dari bangunan ini yang memiliki kesan modern natural dan dinamis. Hampir setiap bagian, sudut dan detail bangunan ini membuat nyaman mata memandang. Di lantai pertama, ada ruang tamu yang cukup luas dan juga terdapat area hall yang bisa digunakan sebagai tempat pertemuan, acara, meeting, atau bahkan pertunjukan seni. Lalu terdapat tangga putar sebagai akses ke lantai atas. 

Rumah Wijaya ini sebenarnya sudah pernah diperkenalkan kepada masyarakat pada Maret 2020. Sayangnya saat itu virus covid masuk ke Indonesia sehingga hampir semua aktivitas sosial di Rumah Wijaya dibekukan. Setelah dua tahun pandemi dan pandemi covid mulai mereda akhirnya Rumah Wijaya mulai meluncurkan kembali experience house di rumah ini. 

Acara relaunching Rumah Wijaya x Ganara Art dimulai pukul 4 sore. Dimulai dengan bicara santai bersama Tita Djumaryo, Founder dan Art Director Ganara Art. Mbak Tita menjelaskan pentingnya kegiatan seni untuk semua kalangan. Karena begitu lamanya pandemic, banyak orang sangat bergantung pada teknologi dan gadget. Hal inilah yang mendorong Tita untuk terus menggalakkan program seni di Rumah Wijaya untuk masyarakat luas.  

Hadir juga CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat, yang mendukung penuh seluruh kegiatan di Rumah Wijaya x Ganara Art. Beliau berharap agar Rumah Wijaya bisa ada untuk semua kalangan dan semua bisa berkarya. Jadi tidak heran bila Paragon menginisiasi berdirinya Rumah Wijaya. 

Sesudahnya, kami menyaksikan menyaksikan pertunjukkan tari. Tarian yang ditarikan berkisah tentang bagaimana beratnya upaya perempuan memperjuangkan kesetaraan. Sungguh penampilan tari yang sangat indah dan penuh makna. 

Setelahnya, kami semua diajak berkeliling Rumah Wijaya. Dari lantai satu, kami pun menaiki tangga putar ke lantai atas. Kira-kira apa ya yang ada di lantai atas? Penasaran? Aku pun demikian. Tetap di sini untuk lancut membaca ya. 

Kami tiba di lantai 2 Rumah Wijaya. Ini mungkin yang akan ditunggu jika teman-teman berkunjung ke Rumah Wijaya. Ada beberapa kegiatan aktivitas seni di sini. Ada aktivitas mengukir dan melukis keramik (pottery carving and painting), sablon (print making on canvas bag), cap topi (stamping on bucket hat), serta melukis di udara terbuka. 

Sebenarnya aku bukan orang yang ahli dalam membuat karya seni, tapi aku suka untuk membuatnya. Akhirnya aku coba semua saja. Aku pikir baik untuk menambah pengalaman seniku.  

Kali pertama aku mencoba kegiatan pottery carving and painting. Setiap orang mendapat gerabah yang berbeda. Kemudian kita mulai deh. Aku memilih gerabah berbentuk tabung, berharap membuat pot bunga di rumah nantinya. Setelah sekian purnama tidak buat prakarya jadi bingung mau buat apa ya? Akhirnya setelah ganti-ganti desain, aku memilih membuat dasar biru kemudian menambahkan beberapa ikan untuk hiasan. 

Kegiatan kedua yang kulakukan adalah melukis. Sungguh menyenangkan melukis dengan pemandangan pohon rindang di halaman Rumah Wijaya. Aku mencoba menggambar bunga di halaman Rumah Wijaya. Berbeda sekali suasananya bisa melukis di teras rumah. Melihat dan menikmati alam di sekitar. Kegiatan melukis ini tentu menerapkan protokol kesehatan karena setiap pengunjung yang melukis di beri jarak. Kita juga memilih melukis di dalam ruangan. O ya, sambil melukis kita juga bisa menikmati makanan dan minuman yang tersedia. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan. 

Lanjut ya ke kegiatan ketiga, aku melakukan kegiatan stamping on bucket hat. Setelah mendapat bucket hat dari pengajar, kami memilih cat air dan kemudian mengecap topi dengan berbagai bentuk unik yang ada. Awalnya aku bingung juga ya untuk membuat apa. Tapi akhirnya kubuat saja apa adanya dan ternyata bagus juga.  

Sebenarnya ada kegiatan sablon (print making on canvas bag), tetapi karena sudah cukup sore maka aku tidak sempat coba membuatnya. Tapi aku sempat melihat prosesnya ternyata menyenangkan sekali membuatnya.  

Tak terasa hari mulai gelap. Aku menikmati setiap kegiatan yang dilakukan di Rumah Wijaya. Sungguh pengalaman yang menyenangkan. O ya, Ganara Art ini juga membuka kelas seni untuk semua kalangan, mulai dari usia pra-sekolah hingga dewasa.  

Untuk mengetahui jadwal kegiatannya kita bisa langsung cek di instagram Ganara Art Space.  

Rumah Wiaya ini juga dapat disewa. Kita bisa menggunakan ruangan yang ada di Rumah Wijaya. Kita bisa menyewa sebagai tempat seminar, studio pemotretan, atau sebagai co working space.  

Bagaimana? Jadi, apa kalian ingin mencoba main ke Rumah Wijaya dan merasakan keseruan kegiatan seni di sana?  

Demikian ceritaku mengikuti acara Relaunch Rumah Wijaya X Ganara Art. Semoga nanti kita bisa janjian ketemu di Rumah Wijaya ya! See you! 

 

Komentar

  1. Wah,senangnya bisa berkreasi lagi membuat karya dari gerabah. Mengasyikkan ya kak..Bisa berkarya yang menyenangkan..

    BalasHapus
  2. Membaca ini jadi ingat, rasanya udah lama nggak melintas di jalan Wijaya.
    Sepertinya harus direncakan untuk mampir ke Rumah Wijaya melihat dan belajar seni kretivitas bersama Ganara Art.

    BalasHapus
  3. Seru banget ya aktivitas seni di Rumah Wijaya dan Ganara Art. Kalau boleh tahu kelas seni yang untuk anak-anak-nya apa saja ya di sana? Jadi kepingin ajak anakku deh biar mereka bisa menyalurkan kreativitas.

    BalasHapus
  4. Kayaknya asik banget ya main di Ganara Art. Aktivitasnya keren2. Jadi pengin main ke sana. Nanti abis lebaran coba cek jadwal, ah.

    BalasHapus
  5. Seru banget ya Mom. Sayang aku gak bisa ikut karena domisili jauh. Kalau ke sana itu bayar ya Mom?

    BalasHapus
  6. Kalau ada banyak area yang mampu memfasilitasi kemampuan dan kreatifitas perempuan seperti Rumah Wijaya ini, pasti perempuan2 Indonesia bisa semakin maju

    BalasHapus
  7. wah asyik banget kayaknya ya. Bisa bikin sesuatu dari gerabah. Oh ya, selain sebagai tempat berkreasi ternyata bisa juga disewa untuk tempat pertemuan. mantul banget

    BalasHapus
  8. Wah, sepertinya seru sekali ya, Mbak, senjanya. Kalau di sini ada aktivitas bikin gerabah bareng gitu pasti mau ikut aku.

    BalasHapus
  9. wahhh, sekarang emang jadi hype ya aktivitas pottery gini, bisa jadi aktivitas healing juga kan Setelah menjalani rutinitas sehari-hari

    BalasHapus

Posting Komentar